Tuesday, April 4, 2017

KKN Lyfe; Pelatihan Batik for All


"Gila gila gila, baru pertama kali liat orang batik tulis secara langsung."
"Asyiquuueeee, ini beneran dibolehin nyoba?"
Ya kira-kira segitu noraknya sih isi kepala gue pertama kali diajak ngeliat UMKM Batik secara langsung dan ternyata boleh ikutan nyoba juga hehe. Salah satu proker utama kita yaitu mengadakan Pelatihan Batik untuk adik-adik Sekolah Dasar di Desa Pilang ini, tapi untuk nantinya bisa membimbing mereka, kita pun harusnya udah tau dong gimana sih cara membatik yang sebenarnya. Oleh sebab itu, kita diajak untuk lihat proses batik yang sebenarnya dan pula ikutan membatik mulai dari proses awalnya, yuhuyyy.



1. Menggambar Pola

Iya, yang saya maksud membatik mulai dari proses awalnya ya ini, dari awalnya banget. Jadi yang pertama adalah pemirsa, kita membuat pola dulu di kainnya ini dengan pensil (selalu ya dekat dengan pola wkwk). Serius banget ya bikin polanya wkwk secara totalitas gitu loh. Di saat yang lain minta gambarin pola ke bapaknya, saya sendiri semangat untuk membentuk dan menggambar pola saya sendiri. Kalo dipikiran saya sih, "Kapan lagi bisa custom model batik karya sendiri haha" (how I love everything customized, lol).

2. Mencanting

Setelah selesai menggambar pola, kita udah boleh langsung mencating kain kita tadi. Mencanting sendiri merupakan proses di mana kita memberikan malam pada kain sesuai dengan pola yang tadi kita sudah gambar agar nanti ketika pewarnaan bagian-bagian yang dicanting itu tidak terwarna.

Mencanting sendiri ternyata punya trik-trik khusus lho yang dapat memudahkan kita ketika proses pencanntingan. Seperti gimana caranya megang canting yang benar, gimana ngambil malam dari wajannya itu supaya ga tumpah-tumpah dan gimana caranya kalo bolongan canting itu harus ditiup sampai keluar bunyi seperti suling yang bertujuan agak canting gak mampet krn cairan malam atau lilinnya itu wkwk.

Nah setelah selesai mencanting, pastikan kl hasil cantinganmu sudah tembus sampai ke belakang kainnya. Hal ini ditujukan agar menghindari kebocoran warna pada saat pencoletan atau pewarnaan.

3. Mencolet

Mencolet sendiri itu apa sih? Mencolet merupakan proses pewarnaan kain batik menggunakan kuas, jadi disini batiknya belum dicelup. Kuas yang digunakan pun bukan kuas yang biasa dipake buat ngelukis lho yaa, disini kuasnya buat sendiri - gabungan dari gabus yang dililit ke tusuk sate ang bentuknya mirip seperti pentul korek api. Pada pencoletan sendiri, kita bebas untuk ngasi warna di pola yang kita inginkan. Misalkan untuk bunganya kita mau warna merah, dau warna hijau dsbnya.

Mencolet sendiri pun ada beberapa tahap, gak bisa satu kain langsung dicolet krn biasanya warnanya tetep akan bocor dan ngalir ke warna disebelahnya. Jadi waktu itu, setelah kami mencolet tahap satu, kami menjemur kain batiknya itu, lalu setelah kering kami mulai mencolet untuk backgroundnya. (tidak dicelup, krn kl tidak salah, kl mau dicelup, warna yg sudah dicolet sebelumnya harus "dikunci" dulu biar gak kena warna celupannya - menghindari perubahan warna.)



Inilah suasana penjemuran di posko krn kita ngerjain punya anak-anak SD yang kemarin belum sempet selesai krn hujan, hiks.

4. Melorot

Ini tahap terakhir, yaitu melorot. Melorot sendiri, kalau tidak salah ya, merupakan proses pelorotan atau penghilangan lilin dari kain batik. Jadi kain batiknya kayak direbus gitu untuk mencairkan lagi malam atau lilin yang sebelumnya dipakai untuk menutup kain agar tidak terwarna. Tapi karena proses ini dilakukan oleh Pak Wanto dkk jadi kita ga dapet dokumentasinya hehe.

Jadi kurang lebih gitu sih, proses "simple"-nya mem-batik, krn sebeneranya prosesnya bisa berkali-kali, dari yang dicolet sampe berapa tahap dan lain-lain. 


Ini hasil desain pola saya kemarin, sih. Sudah dicanting tapi belum sempat dicolet dan diwarnai krn hari keburu sore dan ujung-ujungnya ditinggal di UMKM karena katanya mau dilanjutin sama ibu-ibunya aja, tapi sampai sekarang hasil karya saya juga belum sampai tangan saya hiks. mungkin udah dijual (???)

Sekian informasi yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaaaatuhhh....

No comments:

Post a Comment