Thursday, March 16, 2017

KKN Lyfe; Introduction and How It All Began

View Gn. Lawu dari Desa Pilang, Sragen

So here I am telling you about what's been keeping me busy these past few months.
Jadi, yang namanya kuliah di Universitas Negeri jaman sekarang memang ada mata kuliah wajib Kuliah Kerja Nyata, atau yang lebih akrab disebut dengn KKN, yang mengharuskan kita untuk pengabdian ke daerah-daerah selama 45 hari. (okay, parents nightmare turns to reality, lol). 

Sebenernya udah mulai persiapan KKN sih, mulai dari pembekalan materi KKN dari akhir November, dan kumpul sama temen kelompok (which is very random krn bener-bener diacak satu uni beda fakultas, hiks) untuk nyusun proposal kegiatan and other KKN random stuffs, yang di mana saat bulan Desember ini gue kabur ke Tangerang karena ada suatu urusan sebelum berangkat KKN. Tapi dilihat dari post blog gue di bulan Desember, I think I skipped December either.


(or maybe I skipped the whole half year because, oh my don't tell me who's been busy keeping up while balancing life between work (re; internship) and try-so-hard-to-get-enough-sleep.) okay - skip.

I came back to Oslo City right before New Year, and had my self celebrated NYE with some of my Architectarian friends (because, dayum, who else staying in the city when it's fuggin holiday, omagah..😡). Then I got my self prepared for the KKN itself, I helped my group because I wasn't contributing enough before, and there I was. 


And again because it was randomized, gue sendiri dapet KKN di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kab. Sragen. It was my choice from the very start choosing Sragen as my location because I thought I might as well doing my research for thesis, krn site project gue sebelumnya ada di Kec. Masaran Sragen (and I am indeed lucky!) dan gue pikir gue bisa pake site ini lagi. Tapi manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan guys. Awalnya gue ambil tema KKN pertanian (krn research gue tentang pertanian) tapi kemudian diubah jadi UMKM Batik dan Wisata Batik. Sedih sih, tapi ada pariwisatanya dikit, I think I could put some help on it. Jadi kayak, toh masih di Masaran juga, masih Sragen juga, masih deket sama Mbah juga. (Lol, my honest reason actually) 😢


Tibalah The-Day Pelepasan Mahasiswa KKN!
It was Jan 10, we were divided into several meeting points because there were too many buses to gather in one place. And us, KKN Sragen, got to gather at Stadion UNS. We were told to arrive at the meeting point around 5 or 6 I kinda forgot, but the time when I arrived, I thought the bus had left, but turned out the bus hadn't even came. 😑
Okay, then I met my group after a rempong depart from my dorm room with my oh so beloved friend - Ira, who's been kind enuf to bear with both of our rempongness that morning, lel. We waited long time till the bus arrived and we got to load our baggage, then we headed to the ceremony area which located in front of Rector Building.

Selesai upacara pelepasan dari kampus, kita balik lagi ke bus masing-masing dan berangkat ke daerah KKN masing-masing around 8.30 am. Pertama kita ke Kantor Bupati krn ada sambutan dari Pihak Pemda Sragen.

Selfie dulu dong di depan Kantor Bupati
Setelah dari Kantor Bupati, kita kembali naik bis untuk kemudian diturukan di Kantor Kecamatan masing-masing dan krn kita ga prepare jadilah kita sempet bingung dari Kantor Kecamatan ke Pilang naik apa karena sesungguhnya barang bawaannya lumayan banyak kl dibawa bolak balik naik motor hiks. 😢
Geng Penumpang Losbak
*Spanduk Posko, by yours truly.
Dan akhirnya sampailah kita di Posko alias home stay kita selama 45 hari kedepan. (YAY).
Sebenernya, grup gue udah sempet dateng ke posko sebelum hari ini untuk beres-beres tapi sayangnya gue gak ikut karena mendadak sakit hiks. Iya, mendadak sakit. Biasalah drama KKN, stress mau KKN nggak ada angin, nggak ada apa tiba-tiba drop hiks. Emang dari beberapa hari sebelumnya (atau malah dari pas gue di Tangerang) emang udah nggak enak badan, di Tangerang juga sempet sakit, dan pas H-2 KKN malah drop lagi hiks. Dramatis sekali, gue berangkat  KKN bawa obat-obatan gue dan seminggu pertama gue rutin, didn't even skip a meal because I got to take my medicine on time, hiks. Alhamdulillah habis itu sehat dan bisa kembali beraktivitas dengan normal, alhamdulillah.. ~

Fahmi, Nita, Swes, Ela, Pak Shodiq, Bu Eni, Bu Sri, Riska, Leny, Putri, Fuad, Son
And here they are I am welcoming you, The Pilang Squad.
Kelompok kita ini terdiri dari 9 orang, 6 perempuan dan 3 laki-laki, yaa bisa dilihat sendiri lah yaa. Anggotanya sendiri pun berasal dari jurusan dan fakultas yang beda-beda, dan ya, gue dari teknik sendiri hiks. Dan yang bikin sedih juga ternyata mereka rumahnya pada deket-deket jadi tiap weekend bisa pulang bertemu mak bapak, sedangkan saya cuma bisa pulang ke rumah mbah hiks. (meskipun di sana ada bapak saya juga sih tapi saya maunya pulang ke Tangerang hiks.) #DramaKKN
Dan our billet family (cailah), alias keluarga inang yang sangat berbaik hati mau menerima dan menampung kita selama KKN ialah Keluarga Mbah Cokro, yang di mana juga ada Pak Shodiq dan Bu Eny yang siap membantu kita kalo kita butuh hiks, terharu euy.
Dan yang di tengah itu Bu Sri Haryati, Ibu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kita yang alhamdulillah sangat membimbing kita disaat kita membutuhkan. hehe. #sarcasmalert
Jadi ya beginilah, keluarga selama 45 hari KKN, and from here we let the journey began.


yours truly, elactrico.

No comments:

Post a Comment