Sunday, November 3, 2013

Akhir Hari Denganmu di Sisiku.

Senyum rembulan menjaga kita menyusuri dalamnya pekat malam di akhir hari. Derajat malam yang kian menurun membuat suasana kian terlarut dalam dingin. Tiada lagi rasanya aku hampa, hanya kamu dan aku. Tepat di depan gerbang taman hati kita bersanding menikmati indahnya galaksi pada saat itu. Bertabur impian berkilau kulukiskan kisahku bersamamu yang terjalin kian teruntai memanjang. Terlalu beku untukku nikmati malam itu. Ku bilang bahwa malam terlalu keras padaku, terlalu dingin. Tersenyum tulus kamu dengan lembut mengusap tanganku, meniupnya hingga ia tak lagi kaku. Indahnya makhluk ciptaan Tuhan yang satu ini, kamu dengan wajahmu yang inosen bak malaikat kecilku yang putih. Hanya dengan senyummu mampu mencairkan segala batuan es dalam hati. Tulus hatimu akan kasih ini kian memancar tanpa aku menaruh perhatian padanya, dan saat aku menaruh perhatian aku kian terjatuh tenggelam dalam cintamu yang kurasa teramat dalam. Tiada lagi palung jiwa ini kosong, dengan kamu di dalamnya aku takut kamu tak akan pernah bisa keluar.

Bahagia hatiku menyambut hangatnya cintamu yang datang begitu saja bak angin lalu, yang aku harap semoga kamu bukan hanyalah sebuah angin lalu, dan kamu selamanya.

Dimana mata angin saling bertemu disitulah tempat kita singgah kelak.
Alunan shaydu terdengar jelas dalam kalbumu, bersenandung dalam kebahagiaan akan musim semi
kelak berteriak ia akan segala nelangsa kerinduan yang tak tertahan lagi.

Akhir hari denganmu di sisiku.


No comments:

Post a Comment